Implementasi Kebijakan Pendistribusian Gas Bersubsidi Bagi Masyarakat Miskin

  • Safrida Safrida STIA NASIONAL

Abstract

Bantuan gas bersubsidi lebih diprioritaskan bagi masyarakat yang mampu ( menengah-keatas), sedangkan bagi masyarakat miskin sulit mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Sering terjadi kelangkaan gasa sehingga masyarakat sulit untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Hasil penelitian ditemukan bahwa di kecamatan Dewantara terhadap 20,34% (9.789 jiwa ) penduduk miskin yang sebagian besar tidak menikmati gas bersubsidi tetapi dinikmati oleh masyarakat mampu (menengah-keatas). Selain itu terdapat 3 distributor dan dua pengecer gas bersubsidi yang berpusat di Krueng Geukueh. Kesimpulannya bahwa implementasi kebijakan pendistribusian gas bersubsidi belum terwujud secara efektif, karena menganut sistem pendistribusian tidak tepat sasaran (sistim terbuka), sering mengalami kelangkaan gas, lemah penegakan hukum, kurang pengawasan pemerintah,persyaratan yang tidak konsisten, banyak muncul calo-calo gas menyebabkan harga gas bersubsidi menjadi tinggi. Upaya yang dilakukan adalah penegakan hukum secara tegas, memperketat pengawasan dan intensif bagi masyarakat, sehingga menyadari dan memahami maksud baik pemerintah serta tujuan pendistribusian gas bersubsidi tersebut sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

Published
2019-07-28
Section
Artikel